高轰胲
2019-05-21 08:14:06
2016年10月23日上午11:35发布
2016年10月23日下午6:28更新

SIMULASI。 Dua abk menembakan meriam vector kaliber 20 mm dalam simulasi di geladak KRI Banda Aceh-593 ketika melintas di perairan Tanimbar,Laut Arafuru,Rabu(19/10)。 Foto oleh M Risyal Hidayat / ANTARA

SIMULASI。 Dua abk menembakan meriam vector kaliber 20 mm dalam simulasi di geladak KRI Banda Aceh-593 ketika melintas di perairan Tanimbar,Laut Arafuru,Rabu(19/10)。 Foto oleh M Risyal Hidayat / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Perompak Somalia dilaporkan telah membebaskan 26 sandera awak kapal Naham 3 yang telah disandera hampir selama lima tahun。 Pembebasan dilakukan Sabtu,22 Oktober waktu setempat。

“Kami dengan gembira mengumumkan pembebasan awak Naham 3 pada dini hari ini,”kata John Steed,Koordinator organisasi人质支持伙伴(HSP)yang membantu perundingan pembebasan,Minggu 23 Oktober。

Berdasarkan informasi dari Kementerian Luar Negeri,dari 26 sandera asal Asia tersebut,terdapat 4 ABK asal Indonesia。 Saking lamanya proses pembebasan,Steed sempat menyebut pembebasan itu sebagai misi penyelamatan“sandera yang terlupakan”。

Juru bicara Kementerian Luar Negeri,Arrmanatha Nasir,membenarkan tim dari institusinya sudah berada di Nairobi,Kenya touk melakukan koordinasi。

“Kami terus memantau perkembangan proses dan status upaya pembebasan,”ujar Arrmanatha melalui pesan pendek pada Minggu,23 Oktober。

Walaupun sudah berhasil dibebaskan,tetapi personil militer asal Inggris yang sudah purnawirawan itu masih menghadapi satu penghalang lagi untuk bisa mengevakuasi 26 ABK keluar dari Somalia。 Sebab,saat ini tengah terjadi peperangan antara pasukan dari wilayah region Puntland dan Galumudug。

“Sedang ada peperangan di Galkayo,jadi situasi saat ini sangat berbahaya。 Kami akan berangkat pada esok pagi-pagi sekali jika pertempuran berhenti。 Lalu,mereka akan dibawa ke Nairobi untuk proses pengobatan dan pemulihan,“ujar Steed。

散文negosiasi 18 bulan

Kapal Naham 3 dibajak ketika sedang melintas di sebelah selatan Seychelles pada Maret 2012.Kapal itu semula ditambatkan ke kapal lain yakni MV Albedo yang dibajak pada 2010年11月.Organisasi HSP akhirnya berhasil membebaskan kapal tersebut pada tahun 2014。

Kru MV Albedo terpaksa melompat ke laut karena kapal akhirnya tenggelam。 Mereka semua berhasil diselamatkan。

Kapal Naham 3 pun akhirnya juga mengalami nasib serupa satu tahun kemudian。 Para krunya kemudian dibawa ke daratan dan tinggal bersama para perompak。 Saat itu,penculik membuat tuntutan yang tidak masuk akal。

总计,ada 29 awak kapal yang disandera,namun seorang di antaranya meninggal。 Selama dalam tawanan,dua awak lainnya juga dilaporkan meninggal karena sakit。 Sehingga kini hanya tersisa 26 awak kapal。 Sebagian besar masa penyanderaan di daratan索马里。

Para桑德拉ini berasal dari berbagai negara亚洲,seperti Kamboja,Tiongkok,印度尼西亚,菲律宾,台湾dan越南。 Saat ini mereka berada di Galmudug,索马里tengah。

散文pembebasan pun memakan waktu yang lama dan melibatkan negosiasi selama 18 bulan。 HSP harus berkomunikasi dengan masyarakat,pemimpin suku dan agama di Somalia。

Steed menyebut selama disekap oleh perompak,kondisi sandera dalam keadaan yang memprihatinkan。

“Jika Anda tidak memiliki asuransi atau Anda bekerja untuk perusahaan pemilik kapal yang miskin,maka tidak ada satu orang pun yang bisa membebaskan Anda,”kata Steed。

Ketika ditanya lebih jauh proses pembebasan ke-26 ABK,Steed menolak untuk menjelaskannya。 Termasuk apakah散布pembebasan melibatkan uang tebusan。

Rencananya para sandera ini akan dipulangkan dengan menggunakan penerbangan kemanusiaan Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB)。 - dengan laporan法新社,Santi Dewi / Rappler.com