尔朱兕
2019-05-21 10:04:21
发布时间:2017年11月11日上午6:39
更新时间:2017年11月11日上午6:39

TANGKAP。 Anggota Brimob Polri memperketat pengamanan pasca penangkapan sejumlah tokoh dalam kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua,Depok,Jawa Barat,Jumat,2 Desember。 Foto oleh Eko Suwarso / ANTARA

TANGKAP。 Anggota Brimob Polri memperketat pengamanan pasca penangkapan sejumlah tokoh dalam kasus dugaan makar di Mako Brimob Kelapa Dua,Depok,Jawa Barat,Jumat,2 Desember。 Foto oleh Eko Suwarso / ANTARA

雅加达,印度尼西亚 - Kericuhan sempat terjadi di Rutan Mako Brimob Depok pada Jumat sore,11月10日sekitar pukul 16:00 WIB。 Kerusuhan terjadi di sel yang menampung terpidana kasus terorisme。

Menurut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen(Pol)Rikwanto,peristiwa kerusuhan itu membuat beberapa fasilitas di rutan rusak。 Keributan terkonsentrasi di kamar A.5 dan C.5。

Ia menjelaskan jika keributan bermula ketika polisi melakukan penggeledahan dan ditemukan telepon genggam di kamar tahanan。 Empat ponsel itu ditemukan milik napi bernama Juhanda,Saulihun,Kairul Anam dan Jumali。

“Ditemukan ponsel 4 buah,milik Juhanda,Saulihun,Kairul Anam dan Jumali,”ujar Rikwanto yang dikonfirmasi pada Jumat malam kemarin。

Beberapa napi tidak terima ponsel disita。 Lalu,seorang napi sengaja memancing petugas dengan ucapan bernada provokasi,sehingga memancing tahanan lain untuk beraksi。 Alhasil,anggota piket sempat melepaskan tembakan ke udara。

“Tembakan ke atas dilepaskan untuk menandakan telah terjadi keributan dan sebagai bentuk peringatan bagi para narapidana。 Sampai saat ini suasana sudah bisa dikendalikan oleh piket Densus。 Setelah itu,kami masih menunggu perkembangan,“kata dia。

Beberapa fasilitas rut​​an yang dirusak,ujar Rikwanto,antara lain pintu sel tahanan dijebol,pintu pagar lorong blok hancur dan jendela di Blok C dan B pecah。 - Rappler.com