佘饿睃
2019-05-21 12:15:10
发布时间:2017年11月11日上午8点27分
更新时间:2017年11月11日上午8:31

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid bersama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar(tengah),Artis Sophia Latjuba,Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto,Sejarawan Zen RS,Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Pimpinan Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso pada diskusi tentang korupsi di Jakarta ,Jumat(10/11)。 FOTO oleh ANTARA / Muhammad Adimaja

Direktur Amnesty Internasional Indonesia Usman Hamid bersama Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar(tengah),Artis Sophia Latjuba,Mantan Pimpinan KPK Bambang Widjojanto,Sejarawan Zen RS,Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Pimpinan Redaksi Koran Tempo Budi Setyarso pada diskusi tentang korupsi di Jakarta ,Jumat(10/11)。 FOTO oleh ANTARA / Muhammad Adimaja

雅加达,印度尼西亚 - Keberanian小说Baswedan dalam pengungkapan kasus-kasus korupsi besar sangat menginspirasi。 Sehingga印度尼西亚腐败手表(ICW)bersama Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi双关语menggelar diskusi bertajuk“Jangan Lelah Lawan Korupsi”。

Koalisi Masyarakat Sipil Anti Korupsi ini juga merupakan gabungan dari beragam organisasi seperti Gusdurian,ICW,LBH Jakarta,Amnesty International Indonesia dan PP Muhammadiyah。

Diskusi tersebut menekankan bahwa memerangi korupsi menjadi bentuk perlawanan baru,dalam memperingati Hari Pahlawan di era saat ini,terkhusus bagi generasi muda。

“Bukan lagi melawan kompeni Belanda,tapi saat ini adalah memerangi masalah yang menghambat cita-cita proklamator kita,yakni menyejahterakan rakyat Indonesia。 Korupsi jadi masalah yang menghambat cita-cita itu,“kata Wakil Koordinator ICW Ade Irawan,Jumat,2017年11月10日。

Ia menjelaskan korupsi menjadi akar masalah dari beberapa fenomena,seperti jarak antara orang kaya dan orang miskin yang semakin jauh,serta terhambatnya akses rakyat untuk mendapatkan pendidikan dan kesehatan。

新的Baswedan sempat bergabung dalam diskusi ini melalui telewicara lantaran ia masih menjalani perawatan di Singapura。 Ia menyampaikan bahwa kondisi mata kirinya masih harus menjalani operasi karena tidak bisa melihat sama sekali,sementara ia masih mengandalkan mata kanan-nya untuk melihat。

Penyidik KPK yang disiram air keras oleh orang tak dikenal ini mengatakan,“Saya justru meyakini bahwa semestinya kita harus berani(melawan dan mengungkap kasus korupsi),justru kalau kita tidak berani,kita kurang akalnya,”jelasnya。

Ia mengatakan bahwa ketika para penyidik di KPK memiliki religiusitas yang tinggi,ia yakin bahwa mereka punya keberanian yang penuh untuk menegakkan kebenaran,sekalipun dilawan orang-orang yang berbuat jahat。

“Walaupun mereka,orang-orang yang jahat itu berkelompok dan berusaha menjatuhkan kita,mereka itu sebenarnya lemah karena tidak punya kekuatan apapun。 Kedepan saya kira KPK harus dijaga dalam bentuk intervensi dari berbagai kepentingan dan segala bentuk pelemahan,“ujar Novel。

Penyerangan KPK dari beragam penjuru juga diamini oleh Mantan Pimpinan KPK,Bambang Widjojanto。 “Serangan balik dari koruptor lebih dahsyat,jauh lebih seronok。 Sekarang ini,KPK diserbu dari tiga posisi,yakni lembaganya dihancurkan kredibilitasnya,kebijakannya itu dianggap bahwa korupsi jadi kejahatan biasa dan orang-orangnya dihabisi。 Sebenarnya ini mau dikirim pesan,kalo Anda modelnya kayak Novel,tunggu sampai dikriminalisasikan ya! Ini kan jauh lebih dahsyat,“jelas Bambang。

Bambang juga khawatir jika KPK berada di ujung tanduk。 Ia menjelaskan bahwa penghancuran KPK terjadi secara sistematik dan konsolidasi kejahatan untuk menyerang KPK menjadi semakin sempurna。

Ia menyontohkan bahwa zaman dahulu,korupsi itu terjadi hanya pada pengadaan barang。 Namun sekarang para koruptor sudah lebih berani,“Ketika baru merumuskan anggaran,itu sudah terjadi transaksi,sudah diatur dan terjadi di lembaga negara。 Berapa biaya proyek dan pembagian-pembagiannya juga sudah diatur,“jelasnya。

Ia menekankan bahwa publik masih perlu berperan penting untuk mendukung KPK,jika ingin KPK masih ingin memiliki umur panjang。 “Ini 奇迹 bahwa KPK bisa bertahan selama 13 tahun,lembaga-lembaga anti korupsi yang pernah ada di Indonesia,rata-rata hanya bertahan selama 3 tahun saja,”katanya。

Isu korupsi yang eksklusif

Pimpinan Redaksi Koran Tempo,Budi Setyarso yang menjadi主持人dalam acara ini,sempat menuturkan bahwa isu korupsi belum mampu membangkitkan kemarahan publik layaknya aksi 212 yang sempat dilakukan。 Ia kemudian meminta tanggapan dari narasumber lainnya。

Dalam hal ini,Direktur Amnesty Internasional Indonesia,Usman Hamid juga meyakini bahwa isu korupsi hanya bergerak di elit politik dan masih eksklusif,menurutnya isu ini masih belum menggerakkan banyak orang。

Usman melihat bahwa sulitnya gerakan untuk melawan isu korupsi ini,masih erat kaitannya dengan feodalisme politik dalam kehidupan sosial masyarakat Indonesia。

“Feodalisme politik ini begitu mengagungkan kepada keperkasaan fisik,kesenioran,kekayaan material,sehingga tidak muncul sikap kepahlawanannya。 Padahal kesejatian sikap pahlawan bukan datang dari kekayaan material,“jelasnya。

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak yang hadir juga merespon terkait pertanyaan Budi,bahwa menurutnya hingga saat ini Muhammadiyah sudah melakukan upaya-upaya penggaungan anti korupsi。

“Peran-peran kelompok agama,untuk memberikan pemahaman tauhid dalam merawat keberanian itu penting bagi kami,”katanya。

Dahnil menuturkan bahwa Muhammadiyah selalu menggaungkan hal ini dalam dakwah maupun lembaga pendidikan anti korupsi yang mereka miliki di 25 kota di Indonesia。

“Kemerdekaan yang kita dapat dari pahlawan itu adalah jihad kecil,melawan koruptor itu adalah jihad yang sesungguhnya,”tuturnya。

Diskusi yang juga diisi dengan penggalangan dana untuk memerangi kejahatan korupsi ini turut dihadiri oleh pembicara lain,seperti Kepala Biro Humas KPK,Febri Diansyah,Aktris Sophia Latjuba dan Sejarawan Zen RS。 -Rappler.com