佘饿睃
2019-05-21 13:10:01
发布时间2016年10月25日上午9:55
已更新2016年10月25日上午9:55

Sejumlah kendaraan terjebak banjir di kawasan Pasteur,Bandung,Jawa Barat,pada 24 Oktober 2016. Foto oleh Agus Bebeng / Antara

Sejumlah kendaraan terjebak banjir di kawasan Pasteur,Bandung,Jawa Barat,pada 24 Oktober 2016. Foto oleh Agus Bebeng / Antara

雅加达,印度尼西亚 - Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho mengatakan ada berbagai macam faktor penyebab banjir yang terjadi di Jalan Pasteur,Kota Bandung,Jawa Barat,pada Senin,24 Oktober,kemarin。

Dalam akun Twitter-nya,Sutopo menyebutkan dugaan penyebabnya:

  1. Jebolnya bendung Citepus
  2. Meluapnya sungai Citepus
  3. Sungai dangkal dan sampah menyumbat sungai / drainase

Pakar Tata Kota dari Institut Teknologi Bandung(ITB)Denny Zulkaidi berpendapat sama。 Denny juga menyebut minimnya jumlah drainase di Bandung menjadi salah satu penyebab banjir yang menewaskan satu orang itu。

“Terkait penyebab banjir di Kota Bandung,yang harus diperhatikan itu adalah bertambahnya luas kawasan terbangun,airnya melimpah tidak meresap,ruang terbuka hijau,sumur serapan,drainase tidak memadai dan faktor teknis,seperti air hujan harusnya masuk ke drainase tapi malah ke badan jalan, “卡塔丹尼。

Pemerintah Kota Bandung saat ini harus menghitung ulang kebutuhan akan drainase karena,menurut Denny,rencana perbaikan dan pengadaan drainase di Kota Bandung terakhir kali dilakukan pada tahun 1980-an。

“Setahu saya terakhir kali rencana untuk pengadaan drainase itu tahun 1980. Jadi Pemkot Bandung harus membuat masterplan drainase,”ujarnya。

Solusi banjir

Ia menuturkan ada solusi jangka pendek dan jangka panjang yang bisa dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung untuk mengatasi masalah banjir。

Solusi jangka pendek adalah dengan membersihkan drainase dari sampah dan sedimentasi。 Sedangkan solusi jangka panjang adalah memperbanyak ruang terbuka hijau dan ruang terbuka hijau privat di setiap rumah warga。

“Idealnya memang jumlah ruang terbuka hijau yang harus dimiliki oleh Pemkot Bandung adalah 20 persen dari total luas wilayah yang ada,”katanya。

Kawasan Pasteur yang paling parah terkena dampaknya pada Senin kemarin。 Di sepanjang jalan utama itu,air sudah menutup jalan layaknya sungai。

Kawasan di Jalan Pasteur terendam banjir hingga ketinggian 160 cm。 Begitu juga di Jalan Pagarsih tinggi air 150 cm dan Jalan Nurtanio setinggi 120 cm,dan banjir mengalir dengan cepat sehingga semua drainase perkotaan meluap。 -Dengan laporan Antara / Rappler.com